Tokoh Sejarah Papua Herman Yoku: Hentikan Provokasi dan Penipuan Soal New York Agreement

Date:

Jayapura – Tokoh sejarah Papua yang juga anak dari seorang pejuang kemerdekaan, Herman Yoku, menegaskan agar kelompok-kelompok yang menolak New York Agreement segera menghentikan provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan.

“Hentikan provokasi dan penipuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak New York Agreement. Stop Papua tipu Papua. Kalian lahir tahun berapa, dan tahu apa tentang sejarah New York Agreement? Jangan menjual diri, selama ini kita sudah ditipu Belanda,” ujar Yoku, kamis (14/8).

Herman Yoku menyebut, dirinya lahir pada masa pemerintahan Belanda dan menyaksikan langsung puncak ketegangan tahun 1963, saat Belanda gencar melakukan serangan hingga lahirnya Perjanjian New York Agreement. “Ini jangan diputar balik. Saya tahu persis sejarahnya,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan pihak yang berencana menggelar aksi penolakan New York Agreement pada 15 Agustus mendatang untuk membatalkan niat tersebut. Menurutnya, aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban umum dan dapat berujung pada proses hukum. “Dalam undang-undang jelas disebutkan, siapa saja yang mencoba mengganggu ketertiban umum dan melawan negara bisa dipidanakan,” jelas Yoku.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggal 15 Agustus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kalau kalian tetap memaksakan diri, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Herman Yoku menegaskan, persoalan New York Agreement sudah memiliki solusi sejak lama, yakni melalui Otonomi Irian Barat sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969. “Itu adalah otonomi pertama yang diberikan kepada rakyat Papua, dan solusi tersebut final serta sah,” katanya.

Kepada generasi muda Papua, Yoku berpesan agar fokus pada pendidikan dan membangun daerah asal. “Masa depanmu masih panjang. Sekolah yang baik, pulang dan bangun kampungmu, jadilah pemimpin di daerahmu. Tidak perlu ribut di daerah orang lain atau di tanah adat orang lain. Daripada menghadapi risiko fatal dan merugikan diri sendiri, lebih baik di rumah mempersiapkan diri mengikuti upacara HUT RI ke-78 pada 17 Agustus nanti,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Isak Randy Hikoyabi Tegaskan Kedamaian Papua Harus Dijaga Bersama

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy...

Max Abner Ohee Ajak Masyarakat Papua Sambut Pembangunan dengan Semangat Persatuan dan Kedamaian

Jayapura – Tokoh adat Papua yang juga merupakan unsur...

BMP RI Sampaikan Duka atas Tewasnya Pilot WNA di Yahukimo, Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Papua

Jayapura – Kelompok Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP...

Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura Serukan Masyarakat Papua Menjaga Harmoni dan Stabilitas Jelang 1 Juli 2026

JAYAPURA – Menyambut berbagai agenda yang akan berlangsung pada...